| Home |
Struktur Organisasi |
Jadwal Kegiatan |
|

|
| Sekilas Info |
|
| Sekilas Info |
Pada musim haji tahun 1430 H / 2009 M, Jama'ah haji Kabupaten Batang terdapat 2 orang jam'ah haji yang meninggal dunia di tanah suci, yaitu Bapak Wasda'i bin Dartam asal Pesaren - Warungasem - Batang, umur 75 tahun, meninggal di Tanah Suci Makkah, dan Ibu Munah binti Casmadi asal Pandansari - Warungasem, serta 1 orang meninggal di rumah sakit tanah air, yaitu bapak Sadar bin Sa'adi asal Pejambon - Batang. Semoga arwah mereka di terima di sisi-Nya dan keluarga yang ditinggalkan diberi kesabaran. |
| Album Foto |
 Silaturahmi dan Tasyakuran Haji 1430 H
 Pelaksanaan Bimbingan Manasik Massal
 Rapat persiapan pemulangan jama'ah haji 2009
 Anshori, Nur Mufidah, Ali Jahri dan Indriyati
 Andi Afifuddin, Ali Jahri, Suharno |
|
|
|
| Jemaah yang Wafat di Tanah Suci Mencapai 200 Orang |
| Senin, 28 Desember 2009 |
 Mekkah (MCH)--Di hari ke-45 jamaah haji Indonesia berada di Arab Saudi, atau pasca Armina atau awal kepulangan jamaah haji, tercatat sudah 200 orang yang wafat (meninggal dunia). Angka kematian jamaah haji Indonesia di hari yang sama dibandingkan tahun 2008 atau musim haji 1429 hijriah, angkanya menurun, yaitu dari 343 orang. Demikian catatan laporan Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) Departemen Agama yang diperoleh Media Center Haji Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Daerah Kerja Makkah, Minggu (6/12/2009) pukul 18.45 Waktu Arab Saudi.
Dari data itu, tercatat 153 orang jamaah haji Indonesia meninggal dunia di Makkah, 23 orang di Madinah, 12 orang di Mina, 7 orang di Jeddah, 3 orang di Arafah dan 2 orang di perjalanan. Dari jumlah 200 itu, 113 orang jamaah yang meninggal pria dan 87 orang wanita, serta 135 orang meninggal dengan umur di atas 60 tahun.
Para jamaah haji yang wafat ini, 65 orang di sejumlah Rumah Sakit Arab Saudi, 48 orang di pemondokan, 46 orang meninggal dunia di Balai Pengobatan Haji Indonesia (BPHI), 17 orang di perjalanan, 9 orang di sektor BPHI, 8 orang di mesjid, 6 orang di bandara dan satu orang di pesawat.
Rata-rata penyebab kematian diantaranya terkait serangan jantung atau sistem sirkulasi yang mencapai 133 orang, 56 orang akibat penyakit sistem pernafasan.
Sementara yang menderita infeksi dan parasit, sistem syaraf dan sistem genitourinaty masing-masing 2 orang jamaah (6 orang). Selebihnya masing-masing satu jamaah akibat penyakit darah, endokrinb nutrisi dan metal, gangguan mental dan prilaku, sistem pencernaan dan sistem otot tulang dan jaringan.
Untuk data yang terakhir jamaah yang wafat pada hari Minggu (6/12/2009) ini di Makkah adalah jamaah haji asal Salatiga, Jawa Tengah bernama Bambang Aris Sampoerno Bin R Brotosudirdjo jamaah haji BPIH khusus dari PT Patuna Mekar Jaya. Dia meninggal dunia di RS Arab Saudi sekitar pukul 00.30 dini hari tadi. Sehari sebelumnya sudah ada 11 orang jamaah haji yang juga meninggal dunia di Makkah Al Mukarramah.
Sumber : http://haji.depag.go.id
Selengkapnya.....
|
posted by Kantor Departemen Agama Kabupaten Batang @ 19.48  |
|
|
|
| Pengurusan Asuransi Haji di Jateng Hanya 3 Cabang |
| Kamis, 24 Desember 2009 |
 Solo (MCH). UNTUK mengurus klaim asuransi bagi ahli waris jamaah haji yang wafat asal Jateng, pihak asuransi jamaah haji tahun 2009 yang dikelola Asuransi Syariah Al Mubarokah hanya memiliki kantor cabang di tiga kota, Semarang, Solo dan Pekalongan. “Jamaah haji yang meninggal hingga di asrama haji akan mendapatkan asuransi haji berupa penggantian ongkos haji sebesar Rp 32 juta”, jelas Sekretaris PPIH Solo H Abdul Choliq MT. Dijelaskan, mengenai proses pengurusan bagi yang wafat di Arab Saudi, ahli waris harus menunjukan bukti-bukti berupa surat keterangan kematian dari konsulat jenderal RI di Jeddah, surat keterangan tentang ahli waris dari kelurahan sesuai domisili, surat kuasa dari ahli waris kepada yang ditunjuk untuk mengurus yang dilegalisir Kantor Depag Kabupaten/Kota tempat jamaah haji tersebut mendaftarkan diri dan foto kopi KTP ahli waris.
Jika sudah mempunyai kelengkapan persyaratan tersebut, Abdul Choliq minta ahli warisnya segera mengurus agar biaya asuransi dapat secepatnya dicairkan melalui rekening penerima. “Untuk tahun yang lalu, seluruh 96 ahli waris penerima asuransi telah terbayarkan”, ujar Abdul Choliq
Menurut Sekretaris PPIH Solo, dana yang diperoleh pihak asuransi berasal dari polis asuransi haji tahun 2009 sebesar Rp. 100 ribu yang dimasukkan dalam komponen beaya perjalanan ibadah haji saat pelunasan setiap calon haji. Hingga hari ke 16 masa pemulangan, jamaah haji asal debarkasi Solo yang wafat sebanyak 55 orang, terdiri, 52 wafat di Arab Saudi, 2 di pesawat dan 1 di rumah sakit Solo.
Pengembalian BPIH
Lebih lanjut Abdul Choliq menjelaskan, calhaj yang membatalkan diri juga dapat mengambil uangnya kembali dari bank tempat mereka menyetorkan beaya perjalanan ibadah haji. Adapun proses pencairannya yang bersangkutan mengajukan permohonan ke Kantor Depag Kabupaten/Kota setempat dengan membawa bukti setoran awal.
Menurutnya, dari pengajuan pembatalan yang bersangkutan, Kandepag melayangkan surat serupa ke Kanwil Depag Jateng untuk diteruskan ke Depag Pusat agar memindahkan uang setoran haji ke dalam tabungan pada bank penerima setoran semula.
“Proses pencairan kembali uang setoran beaya perjalanan ibadah haji seperti itu, karena bagi yang sudah mendapat nomor porsi, oleh pihak bank penerima setoran langsung dimasukkan dalam rekening BPIH Depag Pusat” ujar Choliq.
Hingga saat keberangkatan berakhir, jamaah calon haji yang batal berangkat sebanyak 78 orang terdiri, wafat di daerah 18 orang, batal daerah 39 orang dan batal di asrama 21 orang. “Bagi jamaah calon haji yang sudah dapat porsi dan sudah melunasi namun tertunda keberangkatannya karena sakit, hamil atau sebab lain, akan mendapatkan prioritas untuk diberangkatkan tahun depan, asal tidak mengambil kembali setoran hajinya”, jelas Abdul Choliq MT. (Akhmad Su;aidi/PPIH Solo)
sumber : http://www.informasihaji.com/index.php?option=com_content&view=article&id=1189:pengurusan-asuransi-haji-di-jateng-hanya-3-cabang&catid=18:berita&Itemid=1
Selengkapnya.....
|
posted by Kantor Departemen Agama Kabupaten Batang @ 04.51  |
|
|
|
| Penerbangan Akan Pelajari Usulan Pemberian Air Zamzam 10 Liter |
| Minggu, 20 Desember 2009 |
 MADINAH, (MCH) Maskapai penerbangan haji akan membahas kemungkinan memberikan air Zamzam sebanyak 10 liter bagi jemaah haji saat di embarkasi pemulangan, sebab pemberian air Zamzam sebanyak 5 liter dinilai tidak cukup. Dengan memberikan air Zamzam 10 liter perjemaah, diharapkan jemaah haji tidak lagi melakukan kucing-kucingan menyembunyikan air Zamzam di bagasi maupun di kabin pesawat. "Usulan ini akan kita bawa ke tingkat manajer. Kalau disetujui memang bagus. Kalau mendapatkan air Zamzam yang lebih banyak, jemaah tidak punya alasan lagi membawa air Zamzam sendiri," kata Bambang Suwito Adji, Duty Manajer Garuda Madinah yang dihubungi wartawan Media Center Haji, di Madinah, Sabtu (19/12).
Diberitakan, barang bawaan jemaah selalu menimbulkan konflik antara jemaah dengan petugas penerbangan maupun Panitia Penyelenggara Ibadah Haji, terutama terutama saat barang bawaan yang melebihi ketentuan dan barang bawaan yang dilarang di-"sweeping" menjelang mereka masuk bandara
Yang paling menonjol adalah upaya jemaah haji membawa air Zamzam tambahan. Sebagian dari mereka menyembunyikan air tersebut dalam tos kopor yang dimasukkan ke dalam bagasi. Jemaah mengemas air Zamzam tersebut dengan berbagai cara agar aman dari pantauan petugas. Di samping itu, jemaah juga membawa air ini di tas tentengan dalam berbagai ukuran.
Masalah barang bawaan ini selalu mengusik perasaan PPIH, mengganggu kekhusyukan jemaah, dan selalu menimbulkan konflik antara jemaah dengan aparat di bandara, baik PPIH maupun petugas dari maskapai penerbangan. Bahkan pada gilirannya, masalah barang bawaan dan air Zamzam ini dapat mengganggu kekhusyukan dan tingkat kemabruran jemaah.
Menurut Bambang Suwito Adji, sesungguhnya Garuda senang jika mampu memberikan air Zamzam yang lebih banyak bagi jemaah haji. "Tapi persoalannya, pesawat kosong yang terbang ke tanah air selama ini tidak diizinkan membawa air. Jika diizinkan, maka akan memudahkan jemaah memperoleh air Zamzamlebih banyak," katanya.
Menurut dia, pemulangan jemaah haji melalui Madinah secara umum sejauh ini lancar dan berjalan baik. Kendala hanya terjadi dengan terbatasnya gate di bandara, sehingga kadang-kadang harus menggunakan gate terminal domestik yang memiliki fasilitas terbatas.
Diungkapkan, saat menggunakan gate penerbangan lokal, antrean bisa lebih lama, dan jadwal penerbangan bisa terlambat. Dalam hal ini, maskapai penerbangan tidak dapat menentukan gate yang akan mereka gunakan, sebab penentuan gate dilakukan oleh otoritas bandara.
"Barang bawaan jemaah yang berlebih juga selalu menjadi kendala. Dengan melakukan sweeping terhadap tas tentengan yang berlebih, menyebabkan proses pemulangan memakan waktu lebih lama. Yang paling lama sempat terjadi pada jemaah Kloter Mes-13, sehingga terlambat," ujar Bambang.
Selain air Zamzam yang merupakan benda cair, kata Bambang, terdapat sejumlah barang yang dilarang masuk ke dalam pesawat, yaitu berbagai benda tajam, dan gell. Melakukan sweeping benda seperti ini memakan waktu yang lama. Padahal, sosialiasi dilakukan sejak di tanah air, dan selama jemaah berada di tanah suci.
"Kita berupaya memberikan pelayanan yang terbaik bagi jemaah. Bahkan, sweeping ini dimaksudkan agar Garuda dapat memberikan pelayanan yang terbaik itu. Oleh karena itu, berbagai usulan akan menjadi masukan penting bagi pelayanan mendatang," ujar Bambang.
Benda cair
Sementara itu, jemaah haji Indonesia diingatkan bahwa pemerintah Arab Saudi melarang penumpang pesawat membawa benda cair termasuk shampo, pasta gigi atau barang-barang kosmetika lainnya yang berbentuk krim. Otoritas penerbangan sipil Arab Saudi seperti dikutip "Arabnewscom", Sabtu (19/12), menyebutkan bahwa penumpang pesawat udara yang membawa barang-barang cair hendaknya menempatkannya di bagasi, bukan tas tentengan.
Dikatakan, penumpang dilarang membawa benda cair sebagai barang tentengan (hand carry) kecuali dimasukkan ke dalam kopor atau tas sebagai barang yang ditempatkan di bagasi, tidak bersama dengan penumpang di kabin pesawat.
Barang yang dilarang itu juga termasuk selai dalam botol atau kaleng, madu, begitu pula air Zamzam dalam kemasan apa pun. "Semua penumpang akan diperiksa di setiap bandara keberangkatan, baik domestik maupun internasional, untuk memastikan bahwa mereka tidak membawa benda cair seperti yang diatur dan direkomendasikan oleh otoritas penerbangan sipil internasional," kata Jubir Otoritas Umum Penerbangan Sipil Arab Saudi (GACA) Khalid Al-Khaibari.
Menurut dia, larangan bagi penumpang membawa benda cair di kabin pesawat (sebagai barang tentengan) diberlakukan demi menjamin keamanan dan keselamatan penumpang. Menurut Khalid, barang-barang lainnya yang diperlukan oleh penumpang seperti susu formula untuk bayi, obat-obatan dan peralatan medis boleh dibawa dalam jumlah seperlunya, sementara barang yang dilarang termasuk cairan dalam botol dalam kemasan plastik atau kemasan logam dengan volume lebih l.000 mililiter. Minuman ringan, begitu juga parfum, cairan kental (gel), krim dan produk-produk kosmetik lainnya juga dilarang.
Sumber : www.depag.go.id
Selengkapnya.....
|
posted by Kantor Departemen Agama Kabupaten Batang @ 04.50  |
|
|
|
| Tanda-tanda Haji Mabrur |
| Minggu, 13 Desember 2009 |
Nabi bersabda yang artinya,
“Haji mabrur itu tidak ada balasannya kecuali surga.” (H.R. Bukhari)
Haji mabrur adalah haji yang diterima oleh Allah subhanahu wa ta’ala. Tanda-tandanya banyak. Di antaranya adalah hendaknya nafkah (biaya) haji tersebut dari hasil usaha yang halal karena nafkah menjadi poros penting dalam kehidupan manusia, terlebih lagi dalam urusan haji. Bahkan disebutkan bahwa jika seseorang naik haji dengan biaya dari hartanya yang halal, maka akan ada penyeru yang berseru, “Bekalmu halal dan kendaraanmu halal, maka hajimu pun mabrur.” Adapun jika dia berangkat haji dari harta yang haram, maka penyeru tadi akan berseru, “La labbaika wala sa’daika. Bekalmu haram dan nafkahmu haram, maka hajimu tertolak tidak mendapat ganjaran.” atau dengan seruan yang semakna. Jadi, di antara tanda-tanda haji mabrur adalah jika dikerjakandengan biaya dari nafkah dan usaha yang halal.
Begitu pula, di antara tanda-tandanya adalah jika orang yang berhaji mengerjakan manasiknya sesuai dengan tata cara yang disyari’atkan dan diinginkan tanpa mengurangi sedikitpun, dan menjauhi segala larangan Allah selama mengerjakan haji.
Di antara tanda-tandanya pula adalah jika orang yang berhaji itu kembali dalam keadaan pengamalan agamanya lebih baik daripada sebelum berangkat, yaitu dia kembali dalam keadaan bertaubat kepada Allah subhanahu wa ta’ala, istiqamah (konsisten) dalam menjalankan ketaatan-ketaatan kepada-Nya, dan terus-menerus dalam kondisi seperti itu. Dengan begitu, hajinya menjadi titik tolak baginya kepada kea rah kebaikan, dan selalu menjadi peringatan baginya untuk memeperbaiki jalan hidupnya. Al-Muntaqa min Fatawa Syaikh Shalih bin Fauzan al-Fauzan II/145
((Disalin dari majalah Fatawa vol. 12/ Th. I/ 1424 H-2004 M))
Selengkapnya.....
|
posted by Kantor Departemen Agama Kabupaten Batang @ 17.55  |
|
|
|
| Haji Mandiri |
| Sabtu, 12 Desember 2009 |

Kegiatan ibadah apa pun yang dilaksanakan di Tanah Suci terasa nikmat. Banyak jamaah haji yang mengalami pengalaman rohani yang mengesankan tiada tara selama di Tanah Suci. Itulah sebabnya, mengapa banyak orang yang sudah berhaji selalu rindu untuk kembali melihat Ka'bah.
Untuk bisa menghayati ibadah haji, persiapan jamaah harus matang. Selain soal fisik, makan, pakaian, bekal, penginapan, dan lain-lain, persiapan ibadah juga harus mantap. Banyak pembimbing haji ketika di Tanah Air meninabobokkan jamaah dengan kata-kata 'Bapak Ibu, kalau tidak hafal doa-doa jangan khawatir. Nanti di sana dibimbing, tinggal mengikuti saja.'' Pesan-pesan seperti ini sering membuai jamaah. Akibatnya banyak yang berangkat hanya dengan bekal mengandalkan pembimbing.
Pada kenyataannya pembimbing haji tak selalu bisa jadi andalan di lapangan. Banyak kegiatan yang akhirnya dilakukan secara mandiri oleh jamaah haji. Saat tawaf misalnya, sulit untuk tetap berjalan dengan rombongan besar. Dengan kelompok kecil 10 orang saja, sudah hampir pasti bercerai--berarti di tengah kerumunan ratusan ribu orang. Jika jamaah tak menyiapkan diri, akan kebingungan menyelesaikan ibadah. Banyak terjadi jamaah yang terlepas dari rombongan saat tawaf akhirnya pulang ke penginapan sebelum menyelesaikan sa'i. Ada juga yang selesai sa'i sudah pulang sebelum tahalul.
Kalaupun masih bisa tetap bersama pembimbing, biasanya hanya pada saat tawaf qudum atau tawaf ifadah saja. Setelah itu biasanya jamaah sudah harus berjalan sendiri-sendiri. Jamaah yang menyiapkan diri dengan pengetahuan ibadah akan lebih mungkin bisa menikmati berhaji. Mandiri, tak tergantung pembimbing, tak tergantung rombongan. Jika saat tawaf terlepas dari rombongan, bisa tetap melanjutkan ibadah sendiri. Bahkan dengan sendiri atau kelompok kecil, ibadah akan terasa lebih khusyuk. Tawaf dengan rombongan besar akan cenderung mengganggu jamaah lainnya. Apalagi jamaah Indonesia akan bertemu dengan jamaah dari Turki, Afrika, atau Iran yang juga sering dalam rombongan besar. Jika rombongan ditabrak oleh jamaah Turki yang berbadan besar-besar sudah pasti kocar-kacir.
Karena itu sebaiknya sejak dari Tanah Suci jamaah sudah menyiapkan diri untuk bisa melaksanakan semua ritual haji sendiri. Paling tidak tak terlalu menggantungkan diri pada pembimbing. Pelajari sampai paham benar tata cara pelaksanaan ibadah haji. Hafalkan doa-doa. Kalau tak bisa doa yang panjang-panjang, yang pendek-pendek juga boleh. Usahakan doa itu hafal di luar kepala sehingga saat tawaf atau sai tidak perlu membuka catatan. Dalam kerumunan ratusan ribu orang, berdesak-desakan dan panas, membaca catatan sambil berjalan akan tidak nyaman. Departemen Agama menyediakan buku doa kecil tebal dengan gantungan di leher. Di lapangan menggunakannya tak juga praktis. Sering kali tali itu tertarik atau menjerat jamaah lain sehingga mengganggu.
Setiap waktu luang bisa digunakan untuk memantapkan tata cara dan doa-doa haji. Di asrama, di atas pesawat, di bandara, di bus gunakan waktu untuk membuka buku-buku panduan haji. Bahkan saat-saat menjengkelkan seperti ketika pesawat terlambat, bus belum datang, menunggu pemeriksaan, lebih baik digunakan untuk menghafal doa daripada menggerutu dan menyesali keadaan. Departemen Agama menyediakan buku-buku panduan haji yang lengkap. Selain itu jamaah bisa membeli buku-buku panduan haji yang banyak dijual di toko-toko haji. Selain panduan ibadah, berguna juga bila jamaah membaca-baca buku tentang Makkah, Madinah, dan tempat-tempat penting di Tanah Suci.
Selain tawaf dan sai, ziarah ke makan Rasul, ke Raudhah, dan melempar jumrah bisa dilakukan tanpa harus menunggu pembimbing. Kalaupun dilakukan berkelompok, buat kecil saja. Kini banyak jamaah yang berangkat dengan sebutan haji mandiri. Mereka ini berangkat ke Tanah Suci dengan tidak bergabung pada Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH). Dari tahun ke tahun jumlah haji mandiri mengalami peningkatan.
Jamaah haji mandiri umumnya lebih percaya diri walaupun tanpa pembimbing khusus KBIH. Mereka mengurus sendiri urusannya, tidak tergantung pada orang lain. Selain lebih nyaman, karena bisa menentukan sendiri apa yang dimaui, mereka juga tak dibebani pungutan macam-macam dari KBI
sumber : http://haji.depag.go.id/haji-mandiri
Selengkapnya.....
|
posted by Kantor Departemen Agama Kabupaten Batang @ 08.50  |
|
|
|
| TIPS IBADAH HAJI |
|
Tips Nyaman Beribadah Haji :* Jangan tergantung pembimbing * Mantapkan tata cara berhaji * Hafalkan doa-doa * Buat kelompok kecil Tips Manasik HajiTips Tawaf dan Sa'i : 1. Hafalkan do'a-do'a singkat, jangan disibukkan dengan catatan 2. Berangkat dalam rombongan 3. Makan sebelum berangkat 4. Buat kelompok kecil 5. Sepakati lokasi pertemuan 6. Hindari waktu padat 7. Pindah ke lantai dua dan tiga jika padat (sumber www.republika.co.id) Tips Mencium Hajar Aswad : 1. Ambil waktu yang kondisi sekitar ka'bah tidak terlalu padat 2. Pastikan fisik kuat 3. Jangan bawa barang berharga 4. Pastikan cara berpakaian ihram benar dan kuat 5. Jangan gunakan joki 6. Tidak lama-lama 7. Hindari menyakiti sesama jamaah (sumber www.republika.co.id) ”Baitullah ini adalah salah satu pilarnya agama Islam. Barangsiapa yang berniat menuju ke Baitullah, baik para haji ataupun yang berumrah, maka mereka dijamin oleh Allah SWT apabila meninggal dunia dalam perjalanan, maka mereka akan ditempatkan di surga dan mereka yang pulang dengan selamat ke negerinya akan membawa pahala serta harta benda (Ghonimah)”
-Hadis Riwayat Ibnu Juraih- Tips Pelaksanaan Ibadah Haji
Tips Masuk Masjid Agar Tidak Tersesat :
1. Datang ke masjid minimal setengah jam sebelum waktu shalat 2. Ingat nomor atau nama pintu masuk, kenali seperlunya 3. Bawa kantong kain untuk menyimpan alas kaki, payung dan sebagainya, dan bisa dibawa saat sholat. 4. Sebelum masuk masjid buat janji di mana akan bertemu jika ingin pulang bersama. 5. Jangan lupa juga janji pukul berapa bertemu. 6. Tempat berkumpul bisa dipasangi bendera rombongan tinggi-tinggi agar mudah dilihat dari kejauhan. 7. Membuat identitas unik rombongan, bisa dengan selempang, slayer, atau pita di jilbab. (sumber www.republika.co.id)
Tips nyaman beribadah :
1. Jangan tergantung pembimbing 2. Mantapkan tata cara berhaji 3. Hafalkan doa-doa 4. Buat kelompok kecil (sumber www.republika.co.id)
Tips Agar Tidak Tersesat :
Setiap tahun selalu ada saja laporan jamaah yang tersesat. Untuk itu perlu dicoba tips-tips berikut ini:
* Hafalkan Lokasi sebelum keluar maktab * Hafalkan maktab Anda serta cacat juga nomor telepon dan atau alamat pondokan Anda * Bawalah catatan tersebut setiap meninggalkan pondokan.
Sabar, Sabar, dan Sabar
Sabar, sabar, dan sabar. Itu tiga nasihat yang sering diberikan pembimbing kepada calon jamaah haji sebelum berangkat Tanah Suci.Pada kenyataannya memang calon jamaah haji harus punya persediaan segunung kesabaran untuk menghadapi keadaan yang sering di luar perkiraan semula.
Kesabaran calon jamaah sudah diuji saat berada di asrama haji atau bahkan saat keberangkatan. Kemacetan menuju asrama, pemeriksaan yang bertele-tele, sulitnya bertemu dengan keluarga sangat mungkin terjadi. Pemeriksaan dokumen kadang memerlukan waktu berjam-jam. Makanan di asrama belum tentu sesuai selera. Belum lagi kadang barang-barng yang masih diperlukan di asrama sudah telanjur masuk dalam koper besar.
Panduan di Masjid Quba :
* Saat akan memasuki bagian dalam masjid, sebaiknya memperhatikan petunjuk di dinding luar masjid. Itu adalah penunjuk pintu masuk yang dikhususkan bagi jamaah laki-laki atau perempuan. Akan terpampang pada sebuah plakat yang ditempelkan ke dinding pintu masuk untuk jamaah laki-laki maupun perempuan. * Tidak diperbolehkan mengambil gambar didalam masjid. (sumber http://id.wikipedia.org)
Selengkapnya.....
|
posted by Kantor Departemen Agama Kabupaten Batang @ 07.45  |
|
|
|
|
|