Kami dari Garahajum Kandepag Batang mengucapkan turut berduka cita atas meninggalnya Bapak Bangsa KH. Abdurrahman Wahid, semoga amal-amalnya diterma di oleh Allah SWT, dan segala khilaf dimaafkan oleh-Nya....

Home
Struktur Organisasi
Jadwal Kegiatan

Add to Google Reader or Homepage

Sekilas Info
Dimohon kepada Jama'ah haji Kabupaten Batang tahun 1430 H / 2009 M baik kloter 3 maupun kloter 26 diharap kehadirannya pada acara Tasyakuran Haji dan Silaturrohmi, pada tanggal 23 Desember 2009 hari Rabu, dengan memakai seragam haji yang berwarna biru telur.
Sekilas Info

Pada musim haji tahun 1430 H / 2009 M, Jama'ah haji Kabupaten Batang terdapat 2 orang jam'ah haji yang meninggal dunia di tanah suci, yaitu Bapak Wasda'i bin Dartam asal Pesaren - Warungasem - Batang, umur 75 tahun, meninggal di Tanah Suci Makkah, dan Ibu Munah binti Casmadi asal Pandansari - Warungasem, serta 1 orang meninggal di rumah sakit tanah air, yaitu bapak Sadar bin Sa'adi asal Pejambon - Batang. Semoga arwah mereka di terima di sisi-Nya dan keluarga yang ditinggalkan diberi kesabaran.

Album Foto
Photobucket
Silaturahmi dan Tasyakuran Haji 1430 H
Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket
Pelaksanaan Bimbingan Manasik Massal
Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket
Rapat persiapan pemulangan jama'ah haji 2009
Photobucket
Anshori, Nur Mufidah, Ali Jahri dan Indriyati
Photobucket
Andi Afifuddin, Ali Jahri, Suharno
Pay Per Click Management
Pay Per Click Management
Tanda-tanda Haji Mabrur
Minggu, 13 Desember 2009
Nabi bersabda yang artinya,

“Haji mabrur itu tidak ada balasannya kecuali surga.” (H.R. Bukhari)

Haji mabrur adalah haji yang diterima oleh Allah subhanahu wa ta’ala. Tanda-tandanya banyak. Di antaranya adalah hendaknya nafkah (biaya) haji tersebut dari hasil usaha yang halal karena nafkah menjadi poros penting dalam kehidupan manusia, terlebih lagi dalam urusan haji. Bahkan disebutkan bahwa jika seseorang naik haji dengan biaya dari hartanya yang halal, maka akan ada penyeru yang berseru, “Bekalmu halal dan kendaraanmu halal, maka hajimu pun mabrur.” Adapun jika dia berangkat haji dari harta yang haram, maka penyeru tadi akan berseru, “La labbaika wala sa’daika. Bekalmu haram dan nafkahmu haram, maka hajimu tertolak tidak mendapat ganjaran.” atau dengan seruan yang semakna. Jadi, di antara tanda-tanda haji mabrur adalah jika dikerjakandengan biaya dari nafkah dan usaha yang halal.

Begitu pula, di antara tanda-tandanya adalah jika orang yang berhaji mengerjakan manasiknya sesuai dengan tata cara yang disyari’atkan dan diinginkan tanpa mengurangi sedikitpun, dan menjauhi segala larangan Allah selama mengerjakan haji.

Di antara tanda-tandanya pula adalah jika orang yang berhaji itu kembali dalam keadaan pengamalan agamanya lebih baik daripada sebelum berangkat, yaitu dia kembali dalam keadaan bertaubat kepada Allah subhanahu wa ta’ala, istiqamah (konsisten) dalam menjalankan ketaatan-ketaatan kepada-Nya, dan terus-menerus dalam kondisi seperti itu. Dengan begitu, hajinya menjadi titik tolak baginya kepada kea rah kebaikan, dan selalu menjadi peringatan baginya untuk memeperbaiki jalan hidupnya.
Al-Muntaqa min Fatawa Syaikh Shalih bin Fauzan al-Fauzan II/145

((Disalin dari majalah Fatawa vol. 12/ Th. I/ 1424 H-2004 M))
posted by Kantor Departemen Agama Kabupaten Batang @ 17.55  
0 Comments:

Posting Komentar

<< Home
 
Profil Penyelenggara Haji

Kepala Kandepag Kab. Batang
Photobucket
Drs. H. MOCH. BISRI M.Ag
NIP. 195905271987031003

Kasie Garahajum Kandepag Kab. Batang
Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket

Drs. H. SUBKHI
NIP. 19610719 199303 1 001
Previous Post
Archives
Waktu Sholat
Tinggalkan Pesan

ShoutMix chat widget
>

BLOGGER

Links