Seluruh jemaah haji diminta untuk proaktif memeriksakan kondisi kesehatan setibanya di tanah air, menghindari penyakit menuluar seperti: H1 N1 (flu babi), Avian Influensa atau penyakit lainnya. Meskipun, secara awal pemeriksaan kesehatan atas mereka dilakukan setibanya di bandara debarkasi (pemulangan). Demikian Wakil Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Bidang Kesehatan Kalsel, dr Mahrita SKM MPH. Menurut Mahrita, pemeriksaan yang dilakukan sesaat setelah kedatangan para jamhaj dimaksudkan untuk mendeteksi, apakah ada di antara jamaah yang mengidap penyakit menular yang dibawa dari Arab Saudi. "Kita lakukan pemeriksaan kembali, siapa tau ada yang mengidap penyakit menular, seperti H1N1, Avian Influensa, atau jenis penyakit lainnya," ujarnya, sebagaimana berita yang dikutip MCH Jakarta dari “Info Haji” debarkasi Banjarmasin, Senin (7/12). Terkait mekanisme pendeteksian penyakit menular tersebut, menurutnya sangat penting keproaktifan jamaah dalam memeriksa kondisi kesehatan mereka selama beberapa hari setelah tiba di Banua, tempat asalnya. "Ini hanya merupakan langkah awal. Selanjutnya jamaah harus secara aktif memeriksakan kondisi kesehatannya setelah tiba di daerah masing-masing” terangnya. Massa inkubasi penyakit menular tersebut biasanya cukup singkat, yaitu sekitar 15 hari, dan selama itu jamaah belum dapat dikatakan aman dari penularan. Sejauh ini menurut Mahrita belum ditemunkan jamhaj yang terdeteksi terkena vius yang berbahaya itu.
sumber : http://www.informasihaji.com/index.php?option=com_content&view=article&id=1166:jemaah-harus-proaktif-periksa-kesehatan&catid=18:berita&Itemid=1
|
Posting Komentar